Page 105 - Golden Letters Writing Traditions Of Indonesia

Basic HTML Version

4 Bali and Lombok
4 Bali Dan Lombok
The indigenous languages of Bali and Lombok are Balinese (spoken in
Bali and western Lombok) and Sasak (eastern Lombok). The earliest
known inscriptions in Old Balinese date from the late ninth century,
but around A.D. 1000 Old Javanese became the most common written
language, and writings in variant forms of the Javanese language are
still highly esteemed in Bali and Lombok. In Bali, manuscripts in
ancient forms of Javanese (known here, as in Java, as
kawi)
continue
to be copied, recited and interpreted, and until the beginning of this
century new
kawi
works were still being composed. Literary texts in
the indigenous Balinese language appeared in the late eighteenth
century and, like
kawi
texts, are still in use.
The predominant language of literature among the Muslim Sasak
was Modern Javanese (see 48). Sasak was a spoken rather than
written language up to the second half of the nineteenth century.
After western Lombok was conquered by Balinese rulers in the
seventeenth century, Balinese became the language of official
writings there.
The scripts used in Bali and Lombok are closely related to those of
Java, and the most common writing material is
lontar
palm leaf.
While engraved drawings are rarely found in
lontar
manuscripts from
Java, illustrated palm leaf manuscripts called
prasi
are not uncom-
mon in Bali, and are still being produced today.
Bahasa-bahasa ash yang terdapat di Bali dan Lombok adalah bahasa
Bali (digunakan di Bali dan Lombok barat) dan Sasak (Lombok
timur). Prasasti bahasa Bali Kuno yang tertua diketahui berasal dari
akhir abad sembilan, namun sekitar 1000 Masehi bahasa Jawa Kuno
menjadi bahasa tulis yang paling umum digunakan. Sampai
sekarang berbagai jenis tulisan dalam bahasa Jawa masih dihormati
di Bali dan Lombok. Di Bali, naskah yang menggunakan bahasa
Jawa Kuno (dikenal sebagai bahasa kawi, seperti halnya di Jawa)
masih terus disalin, dibacakan dan ditafsirkan kembali. Sampai
awal abad ini, berbagai karya baru dalam bahasa kawi masih ditulis
orang.Teks kesusastraan dalam bahasa Bali muncul sekitar akhir
abad delapan belas, dan seperti halnya dengan teks yang berbahasa
kawi, teks berbahasa Bali masih terus digunakan.
Bahasa yang banyak digunakan dalam kesusasteraan di kalangan
orang Sasak yang beragama Islam adalah bahasa Jawa Baru (lihat
48). Sampai paruh kedua abad sembilan belas, bahasa Sasak lebih
merupakan bahasa percakapan daripada bahasa tulisan. Setelah
Lombok barat ditaklukkan raja Bali pada abad tujuh belas, bahasa
Bali menjadi bahasa tulis yang resmi di sana.
Aksara yang digunakan di Bali dan Lombok mirip sekali dengan
aksara Jawa, dan teks biasanya ditulis pada daun lontar.Sementara
naskah lontar Jawa jarang sekali memiliki hiasan gambar, lontar
bergambar yang disebut
prasi
umum terdapat di Bali, dan sampai
sekarang masih terus diciptakan.
103