Back to browse | Visualization | New search | Cite | Add to list | Ask a librarian/feedback | Help

Hab

Hab, sudah mengenal bacaan “kiri” sejak muda, karena rajin membaca buku. Dia semakin tertarik dengan kegiatan “kiri” yang membela rakyat tertindas ketika bertemu dengan guru sekolahnya dalam suatu acara Pemuda Rakyat, karena ternyata sang guru seorang anggota PKI. Hab sendiri akhirnya disumpah sebagai anggota PKI. Peristiwa 65 mengantar anak Pak Haji ini masuk penjara. Meskipun disiksa habis-habisan, dia gigih mempertahankan identitas sebenarnya sebagai orang yang pernah disumpah menjadi anggota PKI. Apa daya, dalam tahanan justru seorang kawannya membuka rahasia itu. Maka jadilah dia tapol golongan “keras kepala” yang membawanya ke Pulau Buru. Di tempat ini dia bukan hanya berpisah dengan keluarganya, tapi juga mendapat “hadiah” dari istri yang dicintainya berupa permintaan cerai. Untunglah setelah bebas dan kembali ke Depok, seorang janda mau menerima sebagai suaminya.

Publisher: Lontar Foundation

Place of Publication: Jakarta

Publisher URL: http://www.lontar.org

Created: 2001

Preview video


Not available