Back to browse | Visualization | New search | Cite | Add to list | Ask a librarian/feedback | Help

Sengkuni

Sengkuni adalah putera raja di Palasajenar. Waktu mudanya bernama Harya Suman.

Sengkuni seorang yang pandai bicara, tetapi tak jujur. Kepandaian itu senantiasa dipergunakannya untuk tipu daya saja, Tetapi oleh karena kepandaiannya, berguna juga dia bagi negeri Astina.

Menilik asal usul Sengkuni, dia memang seorang yang mulia, sebenarnya dia berhak menjadi raja di negeri Plasajenar, tetapi setelah dia mengikuti saudara perempuan yang dipermaisuri oleh raja Astina, Dastarastra, yang berputera seratus orang, Sengkuni berat pada Astina.

Dalam perang Baratayuda, Sengkuni mati disobek mulutnya oleh Wrekudara.

Sengkuni bermata kedondongan, hidung bentuk batu asahan yang telah aus (dalam Jawa mungkal gerang), bergigi gusen, berjanggut. Kedua tangannya berlain bentuk, satu tangan raksasa, satu tangan menunjuk, seperti tangan dagelan. Bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Kepala berketu-udeng. Bersunting sekar kluwih. Berkalung ulur-ulur. Berkain rapekan tentera, bercelana cindai.

(Sumber: Sejarah Wayang Purwa. Hardjowirogo. Jakarta: Perpustakaan Perguruan Kementerian P.P. dan K., 1955)

Publisher: Lontar Foundation;

Created: 2014

Source Rights: Ki Purbo Asmoro

Manuscript Code: LF-Sengkuni.sm_P5238909.jpg

Other Views of This Image