Back to browse | Visualization | New search | Cite | Add to list | Ask a librarian/feedback | Help

Batara Guru

Wayang Batara Guru sangat dihormati, dianggapnya sebagai wayang yang berkeramat. Oleh karena itu ia dibedakan diantara wayang lain-lainnya, misalnya hanya wayang Batara Guru yang dibubuh selubung kain yang indah. Sebelum dimainkan, wayang itu diukup dengan dupa lebih dulu, dan gedebong bekas menancapkan wayang Batara Guru waktu dimainkan, orang takut melangkahinya.

Wayang Batara Guru beroman muka (wanda) tiga macam, yakni karna, Candi dan Gana.

Mata jahitan (bentuk mata seperti dijahit, sipit), karena dalam bahasa Jawa mata yang serupa itu disebut njait. Hidung mancung, mulut tertutup. Bertangan empat, dua tangan berdekap, dua tangan yang lain memegang sejata trisula dan panah. Berdiri di atas lembu Andini. Bermahkota todong, berjamang tiga susun, bergeruda membelakang, bersunting waderan, berselendang, dan berkain.

(Sumber: Sejarah Wayang Purwa. Hardjowirogo. Jakarta: Perpustakaan Perguruan Kementerian P.P. dan K., 1955)

Created: 2015

Source Rights: Ki Purbo Asmoro

Manuscript Code: LF-Batara Guru.sm_P5039677.jpg

Other Views of This Image